Di balik murid cerdas dan beradab, ada peran guru yang luar biasa sabar mendidik dengan ikhlas. Tak banyak perhatian dan apresiasi yang ia dapat, tapi dampaknya untuk negri begitu besar.
Seperti cerita salah seorang guru bernama Pak Yani yang sudah puluhan tahun mengabdi. Dua puluh tahun mengajar, sampai sekarang statusnya masih honorer. Usianya sudah 55 tahun, langkah kakinya sudah gontai, dengan perlahan ia masih menguatkan diri berjalan sejauh 5 km setiap harinya.
Tak punya pilihan lain, itu satu-satunya cara Pak Yani untuk bisa menafkahi anak istrinya.
Saya harap saya kuat terus, nggak sakit, supaya bisa kerja terus, ujar Pak Yani. Mindset itu terbentuk karena ia hanyalah guru honorer yang tak punya jaminan kesehatan maupun hari tua keluarganya.
Masih banyak guru di Indonesia punya semangat perjuangan yang sama. Mencerdaskan kehidupan bangsa demi tergopoh-gopoh menafkahi keluarga.
Atas perjuangan para pahlawan negri, guru hebat, yuk kita kirimkan bingkisan kebahagiaan untuk mereka di momen Hari Raya Idul Fitri nanti.