
Ayo Sayangi Anak Difabel
Mereka tidak seberuntung anak-anak pada umumnya. Tak hanya kekurangan secara ekonomi, tapi fisik dan psikis mereka pun berbeda dari anak-anak pada umumnya. Walau begitu, mereka tetaplah anak spesial yang punya semangat.
Syahroni, anak asal Cianjur yang masih duduk di sekolah dasar, lahir tanpa kaki yang sempurna. Tak jarang ia dirundung teman-teman sekolahnya. Tapi, Syahroni cepat bangkit dan semangat lagi. Ia rajin sekolah dan tak ingin membolos. Mengaji setiap pulang sekolah sering ia lakukan. Ia juga masih punya hobi, yaitu bermain sepak bola.
Ada pula cerita dari Ani, anak pembantu rumah tangga berusia 13 tahun yang hidup dengan kondisi mengidap cerebral palsy. Ibunya sulit memenuhi kebutuhannya yang sering kejang-kejang. Belum lagi, ibundanya juga mengidap komplikasi.
Sama seperti Ani, Opi juga mengidap cerebral palsy. Ia hanya memiliki ayahnya setelah ibunya meninggal. Opi terlihat bahagia kalau di dekat ayahnya, dan terlihat sedih ketika ayahnya harus pergi berjuang mencari nafkah.
Kita bantu yuk! Berikan bantuan buat anak-anak difabel yang memerlukan kebutuhan seperti kebutuhan harian sampai pendidikannya
-
June, 26 2024
Campaign is published