“Saya gak sanggup melihat anak saya sering nangis kesakitan, sekarang perutnya juga makin gede, saya khawatir,” ungkap Bu Siti, ibunda Ammar.
Dikira perutnya membuncit biasa, ternyata di usia empat bulan Ammar terkena penyakit langka, Cholelithiasis atau juga pembengkakan empedu. Tubuhnya menguning dan perutnya membuncit secara tak normal. Ditambah lagi, Ammar juga didiagnosa kena kista air.
Rangkaian operasi harus Ammar jalani. Operasinya pun melibatkan banyak sekali organ tubuh, mulai dari empedu, hati, hingga paru-paru. Berat, jarak rumah sakit yang jauh dari rumahnya di Dusun Karokrok, Kabupaten Subang, mengancam keselamatan Ammar.
Ayah Ammar, Pak Haryadi adalah pedagang asongan yang tak kenal lelah berjualan keliling. Kadang ia rela jadi kuli bangunan jika ada tawaran. Saat ini, kedua orang tua Ammar terus berdoa dan berjuang untuk kesembuhan Ammar.
Ayo kita bantu wujudkan doa tersebut! Bantu Ammar operasi dan dukung kesembuhannya dari komplikasi penyakit.